Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris. Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Juli sebagai bentuk kepedulian global terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir. Tahun ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengangkat tema: “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.” Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata agar seluruh lapisan masyarakat menyadari pentingnya menjaga ekosistem mangrove demi masa depan yang lebih baik.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia. Hutan mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam, mulai dari melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, hingga berfungsi sebagai penyerap karbon yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga, menanam, dan merawat mangrove sangatlah penting. Melalui tema tahun ini, kita diingatkan bahwa setiap langkah kecil, seperti menanam satu pohon mangrove, dapat memberikan dampak besar bagi masa depan.
SD Santa Maria Sidoarjo, dengan visi kampus “Pemimpin yang Berjiwa Ecopreneur”, turut mengambil bagian dalam gerakan menjaga lingkungan. Para siswa dan pendidik diajak untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan sekolah sebagai wujud nyata kepedulian terhadap bumi. Kegiatan menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan juga pembelajaran berharga tentang tanggung jawab ekologis yang harus ditanamkan sejak dini.
Dengan menjaga kebersihan, menanam pohon, serta tidak merusak ekosistem, kita turut memastikan lingkungan tetap asri dan lestari. Hal ini akan memberikan kenyamanan bagi seluruh makhluk hidup yang bergantung pada ekosistem tersebut. Mari kita bersama-sama menumbuhkan kepedulian, memperkuat aksi nyata, dan menjadikan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sebab, menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan, dan menjaga kehidupan berarti mengamankan masa depan generasi mendatang.
Penulis: Theodora Melisa Anggraeni, S.Pd. (Guru SD Santa Maria)