Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris, tanggal 21 Februari ini diperingati sebagai Hari Peduli Sampah. Pada hari ini, kita sebagai warga negara diingatkan untuk memiliki kesadaran dalam pengelolaan sampah. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 ini mengangkat tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih”.
Tema yang diangkat tersebut juga menjadi keprihatinan nasional dan dunia mengenai penggunaan bahan-bahan yang tidak mudah terurai. Menurut data nasional Badan Pusat Statistk (BPS) pada tahun 2024, timbunan sampah nasional mencapai 64 juta ton/tahun, dengan sekitar 12 persen atau 7,68 juta ton merupakan sampah plastik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah masih menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan. Dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini, kita diajak untuk dapat semakin peduli terhadap lingkungan sekitar terkhusus untuk pengelolaan sampah yang ada di sekitar kita.
Tujuan dari Hari Peduli Sampah Nasional 2025 yakni memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam mengelola sampah, memperkuat partisipasi publik untuk mencapai ero emisi melalui gerakan memilah sampah, membangun rantai nilai pengelolaan sampah serta memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dalam mewujudkan bisnis hijau dengan mengelola sampah sebagai bahan baku ekonomi.
Gerakan ini juga diikuti oleh siswa-siswi SD Santa Maria II Sidoarjo dengan kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolah. Siswa-siswi membawa alat kebersihan yang akan digunakan untuk membersihkan area sekolah. Hal ini selaras dengan komitmen sekolah dalam mengurangi penggunaan sampah anorganik. Tujuan gerakan ini selain membersihkan lingkungan sekolah, juga menjadi perwujudan penanaman nilai karakter peduli lingkungan baik di sekolah, rumah, dan masyarakat, sehingga generasi muda memiliki kesadaran dalam menciptakaan ekosistem yang seimbang bagi seluruh makhluk hidup.
Gerakan mewujudkan eksosistem yang sedemikian rupa tentunya membutuhkan dukungan dan kontribusi serta kolaborasi dari berbagai pihak. Kegiatan ini harus dan sudah pasti melibatkan berbagai elemen masyarakat. Bersama-sama, mereka membersihkan area lingkungan sekitar, serta tempat-tempat umum seperti taman atau jalan utama. Kegiatan kerja bakti sebagai salah satu upaya yang dilakukan tersebut, diharapkan semua pihak semakin sadar akan pentingnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah (3R), serta menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Penulis: Tri Yulianah, S.Pd.
Editor: Duncan Matthew Daunan, S.Fil.