News &
Updates

News Image

Share

Makan Bergizi, Keluarga Sehat
3 Februari 2025

Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, seberapa banyak Anda yang tahu bahwa setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional? Peringatan tersebut adalah momen penting bagi Bangsa Indonesia untuk memperingati dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Peringatan ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Mengutip dari kemenkes.go.id, sejarah Hari Gizi Nasional bermula pada tanggal 25 Januari 1951. Pada tanggal tersebut, Lembaga Makanan Rakyat (LMR) mendirikan sekolah Juru Penerang Makanan. Berdirinya sekolah tersebut menandai dimulainya pengkaderan tenaga gizi di Indonesia. Para lulusan sekolah ini kemudian berperan penting dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat. Saat itu Menteri Kesehatan Doktor J. Leimena mengangkat Prof. Poorwo Sudarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Sejak saat itu, Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Nasional.

Lalu ada kesepakatan bahwa tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an yang kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizzi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang.

Setiap tahun, peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) mempunyai tema. Pada tahun 2025 ini, HGN mengusung  tema ”Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” dengan slogan “Makan Bergizi, Keluarga Sehat”. Tema ini menegaskan urgensi pola makan sehat dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda yang cerdas dan sehat, sekaligus menjadi langkah preventif terhadap penyakit tidak menular yang kerap timbul akibat pola makan yang kurang baik dari lingkup terdekat, yaitu keluarga. Tema ini juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Dengan menerapkan pola makan bergizi sejak dini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan seluruh keluarga dan mencegah berbagai masalah gizi, seperti stunting dan obesitas.

Untuk itu, masyarakat diajak untuk bersama-sama mengadopsi pola makan gizi seimbang. Apa itu gizi seimbang?

Seperti yang dilansir dari Kemenkes RI, gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi. Ada 3 jenis zat gizi yaitu zat gizi penghasil energi (karbohidrat, lemak dan protein), zat gizi pembangun sel (protein), dan zat gizi pengatur (vitamin, mineral dan air). 

Nilai gizi ini disebut seimbang apabila memiliki jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan sejumlah faktor, yaitu : makanan sehat, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur. Prinsip Gizi seimbang terdiri dari 4 (empat) Pilar di atas yakni Mengkonsumsi makanan yang beragam, Membiasakan perilaku hidup bersih, Melakukan aktifitas fisik dan Mempertahankan serta memantau berat badan (BB) normal. 

Secara lebih mendetail ada sebanyak 10 pedoman yang perlu dilakukan dalam membentuk gizi yang seimbang, yaitu: 

  1. Syukuri dan nikmati anekaragaman jenis makanan
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
  3. Konsumsi lauk-pauk berprotein pokok
  4. Konsumsi aneka ragam makanan pokok
  5. Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak
  6. Biasakan sarapan pagi sebelum beraktivitas
  7. Minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan baca label pada kemasan makanan
  9. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  10. Berolahraga secara teratur dan jaga berat badan normal

 

Hari Gizi Nasional 2025 adalah momentum bagi setiap keluarga bahwa kesehatan dimulai dari dapur. Mari kita bersama-sama menciptakan generasi yang sehat dan kuat melalui pilihan makanan bergizi setiap hari.

 

Penulis : Caecilia Dwi Kurniawati, S.PdSD. 

Editor : Nicolaus Henry S.