Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris, semester satu sudah terlewati dan kita sudah mulai masuk ke semester 2 di bulan Januari yang lalu. Awal semester 2 ini, siswa-siswi kelas 3 diajak Bu Anti dan Bu Maria untuk praktek kegiatan IPAS dan matematika di kelas masing-masing.
Awalnya anak-anak masih bingung dengan apa yang akan dilakukan untuk praktek IPAS ini. “Bu, kok alat dan bahannya banyak banget?“ tanya salah satu anak. “Memangnya nanti kita akan bikin apa, Bu? Kok ada lilin, kapur barus, kaleng, korek api, pewarna makanan? Memangnya kita mau masak ya?” ucap beberapa siswa secara bergantian.
“Tenang dulu, sabar ayo kita rapikan dan siapkan bahan dan alat yang kalian bawa!“ kata Bu Anti. Anak-anak bergegas menyiapkan semua alat dan bahan dan kita menuju ke pendopo untuk kegiatan hari ini. Mereka mendengarkan arahan dari guru tentang kegiatan yang akan dilakukan hari itu. Siswa duduk dalam kelompok dan Bu Guru siap memberikan contoh kegiatan yang akan dilakukan. Semua siswa mengamati penjelasan satu per satu hal yang dilakukan guru.
Hal yang pertama dilakukan adalah siswa membuktikan peristiwa perubahan zat dan sifat benda padat dan benda cair. Para siswa senang sekali dengan percobaan tentang perubahan zat, terutama saat membuktikan pengkristalan. Anak-anak mulai dengan kesibukan masing-masing kelompok. Banyak hal yang mereka sukai, mereka senang karena seperti memasak bersama. Hal yang menarik adalah mereka beranggapan memasak kapur barus dan ditutup dengan tutup yang diatasnya diletakkan es batu. Banyak peristiwa yang mereka alami dan membuat mereka penasaran apa yang akan terjadi. Di kegiatan tersebut, siswa bisa melihat dan mengamati beberapa perubahan zat. Anak kagum dan heran dengan apa yang terjadi dengan yang mereka lakukan terhadap kaleng yang mereka pakai memasak.
Tak hanya itu ternyata yang menarik bagi anak-anak, mereka juga senang ketika air yang berwarna-warni dipindahkan ke wadah-wadah yang mereka bawa. Mereka jadi tahu bahwa air bisa berubah sesuai dengan wadah yang mereka bawa. “Wow, keren!” ucap anak-anak, “belajar IPAS menyenangkan ya Bu, nanti kita coba praktek yang lain lagi ya!” kata beberapa anak.
Tak hanya praktek IPAS yang menyenangkan, anak-anak pada hari berikutnya diajak untuk membuat model bangun datar dan bangun ruang dari tusuk gigi dan plastisin. Anak-anak membuktikan ciri-ciri bangun datar dan bangun ruang yang tidak hanya di bayangan / imajinasi saja, namun mereka bisa memahami langsung dengan membuat bangun datar dan bangun ruang dengan alat-alat tersebut.
Anak-anak sangat antusias saat membuat bangun datar dan bangun ruang sebanyak mereka bisa. Setelah itu, anak-anak diajak untuk presentasi dari bangun datar dan bangun ruang yang mereka buat. Hasilnya ada yang bisa membuat 5 – 10 bangun datar atau bangun ruang. Bangun datar dan bangun ruang yang mereka buat kemudian dipajang di rak kelas. Dalam hal ini mereka semua bisa belajar hal sederhana namun mendapatkan ilmu yang sesungguhnya. Anak-anak senang dan para guru pun girang karena anak-anak paham dengan apa yang dipelajari.
Meningkatkan kemampuan siswa tidak melulu dengan menghafalkan materi. Dengan hal-hal yang dilakukan di atas, mereka bisa mengasah beberapa skil yang berguna. Dalam kelompok, siswa bisa belajar bagaimana berkomunikasi agar pelaksanaan praktek bisa lancar dan berhasil. Mereka juga saling berbagi, saling mengingatkan, saling membantu, dan hal lainnya yang diasah dalam kegiatan berkelompok.
Keren banget ya anak-anak di kelas 3 ini. Mereka menghasilkan karya dan melatih keterampilan baik berbicara maupun motoriknya secara bersamaan. Semoga kegiatan ini berkesan dan berguna bagi mereka semua.
Penulis: Mardiati, S.PdSD.
Editor: Duncan Matthew