News &
Updates

News Image

Share

Bagaimana Sistem Pendidikan di Indonesia?
23 Januari 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris. Sistem pendidikan di Indonesia merupakan fondasi strategis bagi pembentukan sumber daya manusia yang berdaya saing sekaligus berkarakter. Diselenggarakan berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan Indonesia diarahkan tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melainkan juga untuk membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, berpengetahuan, serta bertanggung jawab sebagai warga negara. Dengan struktur berjenjang—mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi—sistem ini berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam kerangka pemerataan dan keadilan sosial.

Dalam perkembangannya, pendidikan Indonesia terus mengalami pembaruan seiring dinamika global dan kebutuhan zaman. Kurikulum dirancang untuk menyeimbangkan kompetensi akademik dengan penguatan karakter, literasi, serta keterampilan abad ke-21. Penekanan pada berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi menjadi respons terhadap tantangan dunia yang semakin kompleks dan digital. Namun demikian, sistem pendidikan Indonesia juga menghadapi tantangan struktural, seperti kesenjangan akses, kualitas pembelajaran yang belum merata, serta kebutuhan peningkatan kapasitas pendidik secara berkelanjutan.

Tanggal 23 Januari 2026, yang dipilih oleh Kampus Santa Maria Ursulin sebagai momentum publikasi reflektif ini, menjadi ruang kontemplatif untuk meninjau kembali arah dan tujuan pendidikan nasional. Hari ini tidak merujuk pada peringatan nasional tertentu, melainkan dimaknai sebagai waktu refleksi institusional: sebuah jeda untuk membaca realitas pendidikan Indonesia secara jernih dan menempatkan peran lembaga pendidikan dalam konteks yang lebih luas.

Bagi Kampus Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, sistem pendidikan Indonesia dipahami bukan hanya sebagai kerangka administratif, melainkan sebagai panggilan moral. Pendidikan Ursulin menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar—manusia yang utuh dengan dimensi intelektual, moral, spiritual, dan sosial. Nilai Serviam menjadi landasan yang menjiwai seluruh praktik pendidikan: belajar bukan semata untuk diri sendiri, melainkan untuk melayani dan memberi makna bagi sesama serta masyarakat.

Dalam konteks ini, Kampus Santa Maria Ursulin berupaya mengintegrasikan kebijakan nasional dengan kekhasan nilai pendidikan Katolik dan Ursulin. Sekolah menjadi ruang dialog antara tuntutan kurikulum dan pembentukan karakter, serta antara kecakapan akademik dan kepekaan nurani. Pendidikan tidak dipahami sebagai proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan konsistensi.

Dengan demikian, refleksi atas sistem pendidikan Indonesia ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka dan capaian formal, tetapi juga dari sejauh mana pendidikan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang berpikir jernih, berhati peduli, dan siap berkontribusi bagi kehidupan bersama. Inilah makna pendidikan yang hendak terus dihidupi dan dikembangkan oleh Kampus Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo dalam dinamika bangsa yang terus bertumbuh.

 

Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. - SD Santa Maria Sidoarjo