News &
Updates

News Image

Share

Kue Keranjang: Kisah hangat menyambut hari IMLEK
16 Februari 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin–Sanmaris – Saat Imlek tiba, salah satu hal yang hampir selalu ada di setiap rumah adalah kue keranjang. Bentuknya bulat, rasanya manis, dan teksturnya lengket. Bagi banyak orang, kue keranjang mungkin hanya dianggap sebagai makanan khas Imlek. Namun sebenarnya, kue sederhana ini menyimpan pelajaran hidup yang sangat bermakna dan dapat dipahami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Bentuk kue keranjang yang bulat mengajarkan kita tentang hidup yang utuh. Hidup tidak berdiri sendiri; kita tumbuh bersama keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Dalam semangat Serviam (Aku Mau Melayani), kita belajar bahwa hidup menjadi lebih berarti ketika kita mau hadir, membantu, dan berbagi dengan orang lain. Seperti kue keranjang yang dinikmati bersama, hidup pun lebih indah ketika dibagikan.

Tekstur kue keranjang yang lengket mengingatkan kita untuk menjaga relasi. Hubungan dengan orang lain perlu dirawat dengan sabar dan penuh perhatian. Terkadang kita berbeda pendapat atau merasa lelah, tetapi dengan kasih, relasi dapat tetap melekat. Inilah makna melayani yang sederhana: mau mendengarkan, mau memahami, dan mau tetap peduli. Kue keranjang juga tidak bisa dibuat dengan tergesa-gesa. Proses pembuatannya membutuhkan waktu dan ketelatenan. Dari sini kita belajar tentang kesabaran. Dalam hidup, hasil yang baik tidak datang secara instan. Seorang pemimpin yang berjiwa ecopreneur memahami bahwa setiap usaha memerlukan proses, kerja keras, dan ketekunan. Ketika kita sabar dan tidak mudah menyerah, hasilnya akan terasa manis, seperti rasa kue keranjang itu sendiri.

Menariknya, kue keranjang sering diolah kembali menjadi berbagai hidangan. Ini mengajarkan kita untuk kreatif dan tidak menyia-nyiakan apa yang ada. Dengan cara sederhana, kita bisa mengubah sesuatu menjadi lebih berguna dan bernilai. Inilah semangat ecopreneur: peka melihat peluang, peduli pada lingkungan, dan berani mencoba solusi baru. Melalui kue keranjang, Imlek dimaknai bahwa hidup yang baik adalah hidup yang utuh, menjaga hubungan, sabar dalam proses, dan penuh kasih. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat Serviam dan jiwa ecopreneur yang ingin menghadirkan kebaikan bagi sesama serta lingkungan. Semoga setiap potong kue keranjang yang kita nikmati pada masa Imlek ini juga mengingatkan kita untuk terus belajar melayani, bertumbuh, dan berbagi kebaikan—hari ini dan seterusnya.

 

Penulis: Laurencia Agustina, S.Pd. - Guru SD Santa Maria Sidaorjo

Editor: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. - SD Santa Maria Sidoarjo