Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, dalam rangka pengembangan diri dan semakin terbentuknya institusi pendidikan Santa Maria yang unggul, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Kampus Santa Maria Sidoarjo mengadakan dua kegiatan yakni Pengembangan Diri dan Sosialisasi Musyawarah Nasional Pendidikan Ursulin. Kedua kegiatan tersebut membuka wawasan dan membantu para pendidik Ursulin di Sidoarjo untuk berkembang ke arah yang lebih baik.
Kegiatan yang pertama yakni Pengembangan Diri dilaksanakan di tanggal 4 Desember 2024 di aula SMP Santa Maria Sidoarjo. Bertajuk “Murmuratio : Percakapan Hati dalam Berjalan/Bergerak Bersama Sang Sahabat”, kegiatan ini dipandu oleh Bapak Martinus Eko Nugroho, selaku Koordinator Renstra Yayasan Paratha Bhakti Surabaya.
Martinus dalam pemaparannya mengingatkan semua tenaga pendidik dan penunjang bahwa menjadi seorang pendidik di lingkungan sekolah Ursulin bukan suatu kebetulan, bukan pula hanya suatu pekerjaan yang didapat, tapi merupakan suatu kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada mereka semua. Oleh karena itu seorang pendidik di sekolah Ursulin hendaknya menjadikan nilai-nilai Pendidikan Ursulin sebagai bagian dari hidupnya sehari-hari (role model) dalam cara berpikir, bertutur kata, dan bertingkah laku dilandasi dengan nilai-nilai dasar Pendidikan Ursulin.
Lebih lanjut beliau juga menyampaikan bahwa tugas pendidik yaitu mendidik peserta didik. Mendidik adalah pekerjaan menabur. Pendidikan merupakan misi perutusan jangka panjang yang memerlukan kesabaran bahkan Yesus pada awalnya tidak mendapatkan hasil yang baik, namun Dia tetap bersabar dan terus menabur untuk mengajarkan tentang arti mendidik dengan kasih. Mendidik juga adalah suatu proses bergerak untuk mewujudkan karya Kerasulan (injil) demi perkembangan secara utuh jiwa-jiwa muda agar menjadi ragi injil.
Kegiatan selanjutnya yang dilaksanakan pada 11 Desember 2024 di aula SD Santa Maria Sidoarjo yakni Sosialisasi hasil Musyawarah Nasional Pendidikan Ursulin. Bersama para utusan yang menghadiri secara langsung kegiatan Munasdik di bulan Oktober 2024 tersebut, semua peserta diajak untuk mendengarkan dan membatinkan materi yang disampaikan oleh dua narasumber melalui video rekaman.
Kegiatan Munasdik Ursulin bertemakan “ Pendidikan Ursulin : menjembatani tradisi dan inovasi” mengajak para pendidik untuk menyadari bahwa masih relevannya membawa tradisi dan mengusahakan inovasi dalam suatu institusi pendidikan. Narasumber pertama menyadarkan bahwa dalam suatu tradisi itu berarti Allah mengkomunikasikan Dirinya pada kita semua. Bila kita mengajarkan suatu tradisi pada generasi muda, maka berarti kita menyampaikan perkataan / tindakan Allah / Diri Allah yang baik pada mereka. Sedangkan pembicara kedua menekankan pentingnya inovasi di segala hal dalam suatu institusi pendidikan. Dengan berbagai konteks (mulai dari konteks ekonomi, politik, sosial budaya dan teknologi) serta tantangan (peradaban, manajerial dan survival), sekolah-sekolah Ursulin harus terus berinovasi (baca: berubah) tiada henti.
Semoga dengan kedua kegiatan tersebut, para pendidik Ursulin di Kampus Santa Maria Sidoarjo semakin diteguhkan dan diorong untuk berkembang dan berkualitas sehingga berdampak pada proses pendidikan dan pembelajaran di ruang-ruang kelas mereka.
Nicolaus Henry S.