Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, Senin, 11 November 2024 merupakan hari yang ditunggu- tunggu oleh siswa kelas 2 untuk berkegiatan di luar kelas. Kegembiraan terpancar diraut wajah mereka ketika berkumpul di pendopo untuk persiapan berangkat menuju tempat tujuan. Dipandu oleh guru kelas 2 serta beberapa pendamping, anak anak sangat antuisas ingin segera berangkat ke Rumah Retret Bintang Kejora, Pacet, Mojokerto.
Kegiatan diawali dengan berdoa bersama. Setelah itu siswa berbaris rapi berjalan menuju bus yang sudah menunggu di halaman parkir sekolah. Siswa siswi berjalan dengan penuh suka cita dari lorong sekolah sampai menuju tempat parkir. Tak hanya siswa siswi yang bersuka ria, wajah sumringah juga terlihat dan terpancar dari raut muka orang tua saat mengantarkan rombongan menuju bus. Para orang tua mengabadikan momen putra putrinya menuju bus dengan menggambil gambar dan memvidionya.
Rombongan berangkat pukul 07.00 dari sekolah SD Santa Maria II Sidoarjo menuju Sekolah SMP Santo Yusup dan Rumah retret Bintang Kejora. Kegembiraan siswa siswi terlihat juga dalam bus. Mereka tak hentinya saling cerita dan juga menyanyi bersama.
Tiba di tempat tujuan pukul 08.45, kami disambut oleh ibu bapak guru, kakak – kakak SMP Santo Yusuf Pacet dan juga oleh Sr Zita, OSU. Sambutan penuh keramahan menambah suka cita rombongan. Kami langsung melaksanakan kegiatan sesuai rundown acara dengan membagi 2 kelompok, yakni kelompok satu yaitu kelas 2A langsung berkegiatan membatik ecoprint yang dibimbing oleh Ibu Endang bersama timnya. Sedangkan kelompok kedua dari kelas 2B dipandu oleh Bapak Edi dan Kakak-kakak SMP melakukan kegiatan outbond.
Peserta kelompok pertama diajak untuk mencoba seni membatik ecoprint, sebuah teknik batik yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun-daun, bunga dan bahan organik lainnya yang diambil dari kebun sekitar sekolah juga rumah retret Bintang Kejora. Dalam seni ini, mereka belajar cara mencetak pola-pola indah pada kain menggunakan media alam sekitar. Tak hanya cara membatik, tetapi mereka juga belajar pentingnya melestarikan alam melalui karya seni yang memanfaatkan bahan alami.
Proses membatik ekoprint sangat menyenangkan karena peserta diberi kebebasan untuk meletakan daun sesuai imajinasi dan kreatifitas mereka sendiri di atas kain yang sudah diberi sebuah cairan. Setelah selesai menata daun-daun di atas kain yang dibantu tim serta kakak-kakak dari SMP St. Yusuf, kain ditutup diplastik dan digulung, dilipat serta diikat kencang dengan tali raffia. Setelah itu kain diberi identitas supaya tidak tertukar saat mencarinya nanti dan kami memasukannya pada kukusan yang sudah dipanaskan.
Tak kalah serunya dengan kelompok sebelumnya, peserta kedua melakukan kegiatan outbond dengan antusias. Mereka mengikuti intruksi dari pendamping dengan semangat. Beberapa permainan disiapkan oleh tim dan semuanya diikuti peserta dengan suasana penuh canda tawa.
Permainan-permainan tersebut tidak hanya menguji kekompakan (permainan yang menggunakan sarana bola), namun sampai melatih kemampuan bekerjasama dalam tim (permainan terpenjara dalam tali). Tak hanya fisik yang diuji, tapi juga kekuatan mental untuk tetap semangat dan menyelesaikan setiap tantangan. Kegiatan ini tentunya juga menjadi ajang untuk membangun kebersamaan yang erat diantara peserta.
Beranjak siang, tibalah pada kegiatan yang tak kalah seru, yaitu memasak bersama Sr Tari dan Sr Zita. Para suster dan karyawan biara menjadi tutor peserta dalam kegiatan memasak. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil, dan mereka mendapatkan kesempatan untuk memasak hidangan yaitu sate singkong, donat, dan bakpau. Para peserta sangat senang mengikuti setiap langkah dalam membuat hidangan. Mereka melakukan instruksi yang diberikan mulai dari mengolah adonan hingga meletakannya di atas kukusan yang sudah disiapkan. Dari kegiatan memasak tersebut, peserta juga mengasah keterampilan berkolaborasi dan saling berbagi peran dalam tim.
Waktu sudah menunjuk pukul 11.30. Sambil menunggu batik dikukus selesai dan kue yang dibuat matang, peserta diarahkan untuk menikmati santap siang yang sudah disiapkan oleh rumah retrat Bintang Kejora. Mereka menikmati setiap suap hidangan lezat yang disajikan dengan rasa syukur. Untuk mengisi waktu menunggu hasil karya mereka, peserta diajak berjalan-jalan di kebun yang luas hijau terbentang di belakang rumah retret dan berfoto bersama.
Pukul 14.00 batik telah selesai dikukus dan hasil masakan sudah matang. Peserta berkumpul dan mengucapkan terima kasih kepada tim SMP St Yusuf serta rumah retret Bintang Kejora karena sudah waktunya untuk kembali ke SD Santa Maria tercinta.
Outdoor learning kali ini menjadi wadah yang luar biasa untuk mengasah kreativitas keterampilan, dan semangat kebersamaan. Dari membatik ecoprint, tantangan outbond, hingga memasak bersama, peserta tak hanya memperoleh pengetauan baru, tetapi juga mengembangkan sikap positif dalam bekerja sama, mengolah alam, dan tentu saja, menikmati hasil jerih payah mereka sendiri. Sebuah pengalaman yang tak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempererat hubungan antar peserta dalam suasana yang penuh keceriaan.
Penulis : Esti Yuliana, S.Pd.