Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris, Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebuah inisiatif global yang pertama kali dicanangkan oleh United Nations untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Hari ini bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan panggilan etis yang menuntut keterlibatan nyata dari setiap individu, termasuk komunitas pendidikan.
Dalam perspektif Etika Lingkungan, relasi manusia dengan alam tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hubungan pemanfaatan, tetapi sebagai tanggung jawab moral. Lingkungan bukan hanya sumber daya, melainkan ruang kehidupan yang memungkinkan keberlangsungan generasi kini dan mendatang. Dengan demikian, menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga martabat kehidupan itu sendiri. Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengajak kita untuk merefleksikan kembali cara kita berinteraksi dengan alam. Di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi, sering kali manusia terjebak dalam pola konsumsi yang berlebihan dan kurang berkelanjutan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbarui kesadaran bahwa tindakan kecil, seperti mengurangi sampah plastik, menghemat energi, dan merawat kebersihan lingkungan, memiliki dampak yang signifikan.

Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, nilai kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian integral dari kehidupan sekolah. Siswa diajak untuk tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara teoretis, tetapi juga menghidupinya dalam praktik sehari-hari. Kegiatan seperti kerja bakti, pengelolaan sampah, dan penghijauan sekolah menjadi bentuk konkret dari pendidikan yang berorientasi pada tanggung jawab ekologis.
Pendekatan ini mencerminkan visi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada kesadaran moral dan sosial. Lingkungan sekolah dipahami sebagai ruang belajar yang hidup, di mana siswa dapat melihat secara langsung dampak dari tindakan mereka. Dengan demikian, pendidikan lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan sikap hidup. Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga mengandung dimensi reflektif yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa manusia bukanlah pusat dari alam semesta, melainkan bagian dari jaringan kehidupan yang saling bergantung. Kesadaran ini penting untuk membangun sikap rendah hati dan tanggung jawab dalam menghadapi tantangan ekologis global. Peringatan ini mengajak kita untuk melihat bumi bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang bersama yang harus dijaga. Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, semangat ini terus ditanamkan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sebab, masa depan bumi sangat bergantung pada kesadaran yang kita bangun hari ini.
Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil.