Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris – Hari Gizi Nasional 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran gizi dalam membangun kualitas manusia Indonesia secara utuh. Diperingati setiap tanggal 25 Januari, Hari Gizi Nasional lahir dari kesadaran bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan fondasi utama bagi kesehatan, kecerdasan, dan daya saing bangsa. Hari ini bukan sekadar peringatan tematik, melainkan pengingat kolektif bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh apa yang dikonsumsi sejak usia dini.
Secara konseptual, Hari Gizi Nasional bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, bergizi, dan seimbang. Gizi tidak hanya dipahami sebagai urusan kesehatan fisik, tetapi juga sebagai faktor penentu perkembangan kognitif, kestabilan emosi, serta kemampuan belajar anak. Kekurangan atau ketidakseimbangan gizi dapat berdampak panjang, mulai dari penurunan daya konsentrasi hingga gangguan pertumbuhan. Oleh karena itu, isu gizi merupakan persoalan pendidikan, sosial, sekaligus moral.

Bagi SD Santa Maria II Ursulin Sidoarjo, peringatan Hari Gizi Nasional 2026 memiliki relevansi yang mendalam dalam kerangka pendidikan holistik. Pendidikan Ursulin memandang peserta didik sebagai pribadi utuh yang terdiri atas tubuh, akal budi, dan jiwa. Ketiga aspek ini tidak dapat dipisahkan. Tubuh yang sehat menjadi landasan bagi proses belajar yang efektif, sementara pembentukan karakter dan spiritualitas memerlukan kondisi fisik yang terawat. Kesadaran gizi, dengan demikian, menjadi bagian integral dari pembinaan peserta didik.
Hari Gizi Nasional 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi komunitas SD Santa Maria II Ursulin untuk meninjau kembali peran pendidikan dalam membentuk kesadaran hidup sehat. Di tengah tantangan gaya hidup modern yang serba instan, sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai keseimbangan, disiplin, dan kebijaksanaan dalam memilih asupan makanan. Dengan demikian, Hari Gizi Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan ajakan berkelanjutan untuk membangun budaya sadar gizi. Bagi SD Santa Maria II Ursulin Sidoarjo, hari ini meneguhkan komitmen bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang merawat kehidupan—membentuk generasi yang sehat jasmani, jernih pikiran, dan matang secara moral.
Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. - SD Santa Maria Sidoarjo