News &
Updates

News Image

Share

Hari Minggu yang Semarak bersama Anak-Anak BIAK
20 Maret 2024

Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, Kampus Santa Maria Sidoarjo kembali ambil bagian sebagai pengajar BIAK di Gereja Santa Maria Annuntiata Sidoarjo. Saat misa pagi di hari Minggu tanggal 10 Maret 2024 pukul 08.30 yang lalu, beberapa guru berkegiatan bersama sekitar 30 anak-anak BIAK di Rumah Doa. Antusiasme dan semangat anak-anak yang datang dari berbagai lingkungan begitu terlihat saat mengikuti kegiatan Minggu Ceria tersebut. 

Kegiatan Biak Minggu Ceria di hari tersebut mempunyai tema “Berjalan dalam Terang Allah”. Anak-anak diajak untuk senantiasa mengusahakan hal-hal baik meskipun godaan dan tantangan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik senantiasa datang setiap hari. Dengan bantuan terang Tuhan dan Roh Kudus, lewat cara berdoa dan membaca firman, tentunya anak-anak bisa melakukan hal yang baik tersebut. 

Saat doa pembukaan, anak-anak juga mengucapkan bersama-sama Doa Aku Percaya Rumus panjang yang tertera dalam kertas pembatas buku yang dibagikan oleh para guru. Sesudahnya kegiatan menyanyi dan mendengarkan sabda diikuti dengan semangat dan penuh khidmat. Yang tak kalah menarik, sesudah bacaan Kitab Suci yang diambil dari Injil Yohanes 3:14-21 dibacakan, dua kakak dari SMP Sanmar Sidoarjo dan seorang guru yang mendampingi, menampilkan drama singkat. 

Drama tersebut menceritakan seorang anak yang dalam dilema, yakni mau mengerjakan ulangan dengan jujur dan mendapatkan nilai yang kurang baik ataukah membuka buku catatan agar mendapatkan nilai ulangan yang maksimal. Dengan bantuan terang Tuhan dan Roh Kudus, seusai berdoa, kakak tersebut memilih mengerjakan ulangan dengan jujur.  

Seorang guru kemudian memberikan peneguhan dan renungan bagi seluruh anak mengenai bacaan Kitab Suci dan drama yang baru saja ditampilkan. Beliau mengingatkan untuk anak-anak harus selalu mengendalikan/ menahan diri untuk melakukan hal yang salah. Karena perbuatan / hal yang salah adalah tindakan yang dilakukan dalam gelap serta tidak dilakukan dalam Allah. Yesus sendiri telah datang untuk memberi terang pada kita semua, maka kita seharusnya bisa membedakan mana perbuatan yang dilakukan dalam terang dan dalam kegelapan. 

Sebelum anak-anak menerima berkat di dahi oleh romo, mereka secara bergiliran menerima souvenir/hadiah kecil dari para guru. Mereka begitu senang dan bahagia mendapatkannya. Para guru pun bahagia melihat antusiasme dan keseruan dari anak-anak yang ikut dalam kegiatan tersebut. 

Semangat Serviam !! Siap Melayani Tuhan dan Gereja !!

 

Nicolaus Henry S.