Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris – Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini merupakan momentum global yang tidak sekadar merayakan peran perempuan, tetapi juga mengenang perjalanan panjang perjuangan mereka dalam memperoleh kesetaraan, penghormatan, dan kesempatan yang adil di berbagai bidang kehidupan. Peringatan ini berakar dari gerakan sosial dan perjuangan buruh perempuan pada awal abad ke-20, ketika kaum perempuan di berbagai negara mulai menyuarakan hak-hak dasar mereka, mulai dari kondisi kerja yang layak hingga hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik. Seiring berjalannya waktu, hari ini berkembang menjadi simbol refleksi global tentang martabat, kontribusi, dan potensi perempuan dalam membangun masyarakat yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Makna utama dari peringatan ini bukan hanya mengenang sejarah, melainkan juga mengajak generasi masa kini untuk memahami nilai penghargaan terhadap perempuan sebagai sesama manusia yang memiliki peran penting dalam keluarga, masyarakat, dan dunia. Dalam perspektif pendidikan, Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar, berkembang, dan berprestasi harus terbuka bagi semua anak tanpa memandang gender. Pendidikan yang adil serta inklusif adalah fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang menghargai martabat manusia.

Nilai-nilai tersebut memiliki resonansi yang sangat kuat dalam lingkungan pendidikan seperti SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo. Sebagai bagian dari tradisi pendidikan Ursulin yang menekankan pembentukan karakter, sekolah tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai penghormatan terhadap sesama, kepedulian sosial, serta keberanian untuk berkembang sesuai potensi setiap individu. Dalam konteks ini, peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi kesempatan reflektif bagi seluruh warga sekolah—guru, siswa, dan orang tua—untuk menyadari pentingnya mendukung anak-anak perempuan agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan ini dapat menjadi sarana pendidikan nilai bagi para siswa. Anak-anak belajar bahwa sejarah dunia juga dibentuk oleh keberanian perempuan yang berjuang demi keadilan dan kesempatan setara. Mereka juga belajar bahwa menghormati perempuan berarti menghargai martabat manusia secara keseluruhan. Nilai ini sejalan dengan semangat pendidikan humanis yang menempatkan setiap pribadi sebagai individu yang berharga.
Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil.