Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris. Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi (Earth Day), sebuah momentum global yang mengajak umat manusia untuk merefleksikan kembali hubungannya dengan alam. Peringatan ini pertama kali digagas pada tahun 1970 dan hingga kini terus menjadi simbol kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Pada tahun 2026, Hari Bumi kembali hadir sebagai pengingat bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah bersama yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Makna Hari Bumi tidak berhenti pada seruan ekologis semata, melainkan menyentuh dimensi etis yang lebih dalam. Krisis lingkungan, seperti perubahan iklim, pencemaran, dan berkurangnya keanekaragaman hayati, menunjukkan bahwa relasi manusia dengan alam sering kali tidak seimbang. Oleh karena itu, Hari Bumi mengajak setiap individu untuk mengembangkan kesadaran baru: bahwa manusia bukan penguasa mutlak atas alam, melainkan bagian dari sistem kehidupan yang saling bergantung.

Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Bumi memiliki relevansi yang sangat kuat, khususnya di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo. Sekolah, sebagai ruang pembentukan karakter, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Melalui pembelajaran dan kebiasaan sehari-hari, siswa diajak untuk memahami bahwa tindakan kecil dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Di lingkungan sekolah, semangat Hari Bumi dapat diwujudkan melalui praktik sederhana, seperti menjaga kebersihan kelas, mengurangi penggunaan plastik, serta merawat tanaman di sekitar sekolah. Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya membentuk perilaku yang bertanggung jawab, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan.
Lebih jauh, Hari Bumi juga menjadi kesempatan reflektif bagi siswa untuk memahami bahwa keberlanjutan lingkungan berkaitan erat dengan masa depan mereka sendiri. Alam yang terjaga akan mendukung kehidupan yang sehat dan seimbang, sementara kerusakan lingkungan akan membawa konsekuensi yang luas. Kesadaran ini penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap dunia yang mereka huni.
Nilai ini sejalan dengan semangat pendidikan Ursulin yang menekankan kepedulian, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap kehidupan. Dengan memahami makna Hari Bumi, siswa diajak untuk melihat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari panggilan untuk hidup dalam harmoni dengan sesama dan alam. Pada akhirnya, Hari Bumi bukan hanya peringatan tahunan, melainkan sebuah undangan untuk bertindak. Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, momentum ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, memiliki arti. Sebab, merawat bumi berarti merawat kehidupan—hari ini dan untuk generasi yang akan datang.
Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. (SD Santa Maria)