News &
Updates

News Image

Share

Semangat hari Kartini!
23 April 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris, Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini, sebuah momentum historis yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan. Pada tahun 2026, peringatan ini kembali menjadi ruang refleksi kolektif tentang makna emansipasi, kesetaraan, dan pentingnya akses pendidikan bagi semua anak tanpa diskriminasi.

Kartini tidak hanya dikenang sebagai tokoh sejarah, tetapi juga sebagai simbol pemikiran progresif pada masanya. Melalui gagasan-gagasannya yang tertuang dalam surat-suratnya, ia menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi intelektual yang sama dengan laki-laki dan berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang. Pemikiran ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan.

Makna Hari Kartini pada masa kini melampaui sekadar peringatan seremonial. Hari ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kesetaraan masih relevan, terutama dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang adil untuk belajar dan berkembang. Nilai ini tidak hanya berkaitan dengan perempuan, tetapi juga dengan penghargaan terhadap martabat manusia secara keseluruhan.

Dalam konteks pendidikan di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, semangat Kartini menemukan relevansinya dalam praktik sehari-hari. Sekolah sebagai ruang pembentukan karakter berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal. Pendidikan yang inklusif dan berkeadilan menjadi wujud nyata dari nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Kartini.

 

Lebih jauh, Hari Kartini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai keberanian dan kepercayaan diri pada siswa. Anak-anak, khususnya perempuan, didorong untuk berani bermimpi, mengemukakan pendapat, serta mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran. Sementara itu, siswa laki-laki diajak untuk memahami pentingnya menghargai dan mendukung kesetaraan dalam kehidupan bersama.

Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat pendidikan Ursulin yang menekankan pembentukan pribadi yang utuh—tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral. Dengan memahami perjuangan Kartini, siswa belajar bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari keberanian untuk berpikir berbeda dan bertindak dengan keyakinan.

Pada akhirnya, Hari Kartini mengajarkan bahwa pendidikan adalah kunci pembebasan dan kemajuan. Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, peringatan ini menjadi momentum untuk terus menumbuhkan generasi muda yang percaya diri, berdaya, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Sebab, semangat Kartini tidak berhenti pada sejarah—ia hidup dalam setiap upaya untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan setara.

 

Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. (SD Santa Maria)