News &
Updates

News Image

Share

Keheningan yang bersatu dengan perayaan!
20 Februari 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris. Suasana reflektif menyelimuti seluruh siswa-siswi Kampus Santa Maria Ursulin Sidoarjo dalam Misa Persiapan Prapaskah Tahun 2026 yang dipimpin oleh Romo Andry. Perayaan ini menjadi gerbang awal memasuki masa Prapaskah, suatu periode liturgis dalam tradisi Gereja Katolik yang mengajak umat untuk memperdalam pertobatan, memperkuat doa, serta memperbarui komitmen hidup dalam kasih dan pelayanan. Prapaskah bukan sekadar rangkaian kalender gerejawi, melainkan momentum spiritual untuk menata kembali orientasi hidup menuju nilai-nilai injili.

Dalam homilinya, Romo Andry menekankan bahwa masa Prapaskah adalah waktu untuk hening yang produktif—hening yang mendorong refleksi diri dan keberanian untuk berubah. Ia mengajak para siswa untuk memahami makna pengorbanan secara konkret: bukan hanya dalam bentuk pantang atau puasa, tetapi juga dalam kesediaan berbagi, mengampuni, dan memperbaiki sikap sehari-hari. Bagi siswa SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, pesan ini sangat relevan sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini. Pendidikan iman yang terintegrasi dengan kehidupan nyata menumbuhkan kesadaran bahwa pertumbuhan akademik harus berjalan seiring dengan kedewasaan spiritual. Misa ini juga memperlihatkan kesatuan seluruh unit pendidikan di kampus, menegaskan bahwa pembinaan rohani adalah fondasi penting dalam sistem pendidikan Ursulin. Dalam konteks sekolah dasar, pengalaman liturgis bersama membentuk rasa kebersamaan, disiplin, serta kepekaan terhadap nilai-nilai universal seperti kasih, tanggung jawab, dan integritas.

Tidak lama berselang, suasana kampus berubah menjadi penuh warna dan keceriaan melalui pertunjukan barongsai dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026. Imlek, sebagai perayaan tahun baru dalam tradisi Tionghoa, merupakan simbol pembaruan, harapan, dan doa akan keberuntungan serta kesejahteraan. Pertunjukan barongsai dengan gerakan dinamis dan irama tambur yang energik menghadirkan kegembiraan yang menyatukan seluruh warga sekolah. Makna Imlek di lingkungan SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo melampaui perayaan budaya semata; momen ini menjadi ruang pembelajaran tentang toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta penguatan nilai persaudaraan lintas latar belakang. Dalam kerangka pendidikan nasional yang majemuk, peristiwa ini memperkaya wawasan siswa mengenai pluralitas budaya Indonesia.

Kedua peristiwa ini—Misa Persiapan Prapaskah dan perayaan Imlek—menampilkan harmoni antara kedalaman spiritual dan keterbukaan budaya. Keduanya mengajarkan bahwa pembaruan hidup dapat dimaknai dalam berbagai tradisi: melalui refleksi batin maupun melalui perayaan komunitas. Bagi SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, rangkaian kegiatan ini menjadi manifestasi konkret dari pendidikan yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga memperluas cakrawala spiritual dan sosial siswa. Dengan demikian, awal tahun 2026 di Kampus Santa Maria Ursulin Sidoarjo ditandai oleh dua momentum penting: refleksi dan perayaan. Keduanya berpadu dalam semangat yang sama—membentuk pribadi yang matang, terbuka, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

 

Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. - SD Santa Maria Sidaorjo