Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah mengeluarkan Pesan Natal 2024 dengan tema “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem….” (Luk 2:15) pada seluruh umat beriman di Indonesia. Tema tersebut mengajak semua umat untuk menginternalisasi tentang Allah yang bersolidaritas terhadap manusia yang lemah dan berdosa.
Seperti yang kita tahu dalam kisah natal, bahwa kelahiran Yesus tidak lepas dari sosok para gembala yang ada di padang. Pada zaman ini, para gembala adalah gambaran orang-orang miskin dan sederhana yang menaruh pengharapan akan keselamatan pada Allah. Mereka sering dipandang sebagai orang pinggiran dan kurang diperhitungkan dalam kehidupan sosial. Namun merekalah orang-orang pertama yang dipilih Allah untuk mendapatkan warta gembira keselamatan. Kesigapan serta kesediaan total untuk menanggapi berita keselamatan itu menjadi contoh bagi kita agar kitapun bergegas berjalan bersama menjumpai Yesus.
Setelah berjumpa dengan Yesus, para gembala mengalami pembaruan hidup dan sikap mereka. Mereka berubah menjadi pribadi-pribadi yang optimis dan dengan sukacita “memuji dan memuliakan Allah” (Luk 2:20). Rahmat Tuhan dalam perjumpaan itu telah mengubah mereka. Betapa dahsyat kekuatan kasih Tuhan yang memperhatikan dan mendorong mereka untuk melakukan misi baru.
Dari para gembala tersebut kita bisa belajar satu hal penting yaitu sebagai satu kawanan umat Allah, kita dipanggil untuk bersama-sama menjumpai Yesus, yang mengampuni, menyembuhkan, peduli pada orang yang dikucilkan, dan terpinggirkan di tengah keluarga, komunitas, Gereja, masyarakat dan bangsa. Tindakan menjumpai tersebut bisa dilakukan dengan saling menghormati, menghargai, menguatkan, dan membangun persahabatan antar manusia tanpa memandang perbedaan suku, agama, kepercayaan, golongan, warna kulit, dan status sosial.
Kita yang merayakan kelahiran Sang Pembawa Damai di hari ini patutnya memiliki keteguhan iman, ikatan persaudaraan, dan kehendak untuk berbelarasa. Dengan mempunyai nilai-nilai tersebut dalam diri, maka kita semakin terlibat dalam menghadirkan kasih Allah demi membangun kehidupan bersama yang penuh damai sejahtera.
Kita, sebagai masyarakat Indonesia, juga bersyukur bahwa pesta demokrasi telah usai dan kita memiliki pemerintah yang baru. Semoga pemimpin yang kita pilih memiliki jiwa pelayan, ugahari, hidup sederhana, dan mengutamakan kepentingan bangsa, sehingga negara Indonesia dapat menjadi “Betlehem” baru. Selain itu sebagai warga negara, kita patut mendukung namun dengan tetap bersikap kritis terhadap program-program pemerintah, yang hendak mewujudkan kesejahteraan hidup bersama yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Puji Tuhan, Allah memberikan kasih-Nya kepada dunia dan berkenan merendahkan diri-Nya menjadi manusia dalam diri Yesus Putra Tunggal-Nya dan tinggal bersama kita. Kita percaya bahwa dengan kasih-Nya yang begitu agung, Allah akan selalu membimbing, menjaga, dan mengarahkan, sehingga persekutuan kita dengan sesama semakin harmonis dan relasi dengan alam semesta semakin baik.
Penulis : Duncan Matthew, S.Fil.
Editor : Nicolaus Henry S.