News &
Updates

News Image

Share

Meneladan Yesus sang Nabi, Imam dan Raja, Sembari Menantikan KelahiranNya
28 November 2024

Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, Hari minggu tanggal 24 November 2024 yang lalu dirayakan Hari Raya kristus Raja Semesta Alam dalam gereja Katolik.  Hari Raya tersebut menandai berakhirnya tahun liturgi. Untuk berikutnya, Minggu Adven pertama di tanggal 1 Desember 2024 menjadi awal siklus masa liturgi yang baru yakni tahun C/1 bagi umat Katolik. 

Tahun Liturgi, Tahun Gereja, atau Penanggalan Liturgi, adalah siklus masa liturgi di Gereja yang menentukan kapan hari-hari raya dan hari-hari peringatan, termasuk hari-hari peringatan orang kudus, harus dirayakan serta nas-nas (ayat) mana saja dari Kitab Suci yang harus dibacakan pada hari-hari besar tersebut. Siklus liturgi membagi satu tahun menjadi serangkaian masa, tiap masa memiliki nuansa, penekanan teologis, dan bentuk doa tersendiri, yang tampak pada perbedaan cara-cara mendekorasi gedung gereja, bagian-bagian Kitab Suci yang dibacakan, tema khotbah, dan bahkan tradisi-tradisi dan praktik-praktik yang berbeda-beda diperingati secara pribadi atau di rumah.

Tahun liturgi yang berlaku tersebut membuat bagian kitab suci yang dibacakan tiap hari Minggu (bahkan tiap hari dalam beberapa tradisi) telah diatur dalam sebuah daftar yang dalam Gereja Katolik Roma disebut Ordo Lectionum Missae (Daftar Bacaan Misa).

Gereja Katolik mengaplikasikan tiga Tahun Liturgi yang biasa diidentifikasi sebagai Tahun A, Tahun B, dan Tahun C. Pembedaan ini ditentukan berdasar bagian Injil yang dibacakan sepanjang tahun, yakni Tahun A (Injil Matius), Tahun B (Markus), dan Tahun C (Lukas). Sedangkan Injil Yohanes tersebar di keseluruhan tahun ini. Ketiga tahun ini dijalankan silih berganti. Bagaimana cara menentukan suatu tahun termasuk tahun A, B atau C? Rumusnya yakni apabila tahun berjalan dibagi 3 dan menyisakan bilangan 1 maka itu adalah Tahun A, Tahun B sisa 2 dan Tahun C tidak ada sisa. Sebagai contoh, tahun 2025 ketika dibagi 3 adalah 675 dan tidak ada sisa. Ini berarti tahun 2025 adalah Tahun C.

Masa Adven merupakan masa persiapan umat Katolik untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus. Masa ini dimulai pada hari Minggu keempat sebelum Natal dan berlangsung selama empat minggu. Kata "Adven" berasal dari bahasa Latin, "adventus", yang berarti "kedatangan". Maka, masa Adven dapat diartikan sebagai masa penantian akan kedatangan Yesus Kristus. 

Selain makna di atas, gereja Katolik juga mengajarkan bahwa Masa Adven adalah masa di mana umat mengenang kedatangan Yesus Kristus yang pertama kali ke dunia yakni membawa keselamatan bagi umat manusia. Kemudian masa Adven ternyata juga dimaknai sebagai menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. Kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ini akan mengakhiri zaman ini dan memulai zaman baru, yaitu Kerajaan Allah.

Berdasarkan dua makna tersebut, masa Adven menjadi masa yang sangat penting bagi umat Katolik. Masa ini menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk mempersiapkan iman untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus. 

Masa Adven juga menjadi momentum bagi umat di Keuskupan Surabaya untuk mengawali proses pendewasaan iman dengan mewujudkan Tritugas Kristus dalam hidup berparoki. Oleh karena itu, tema yang diambil untuk pendalaman Adven tahun 2024 adalah “Meneladan Yesus, Sang Nabi, Raja dan Imam.” 

Dalam menantikan dan mempersiapkan kedatangan Tuhan tersebut, umat akan dituntun untuk menimba inspirasi dari tokoh-tokoh Kitab Suci. Di paruh pertama, umat diajak untuk menekankan pada penantian penuh harapan akan kedatangan Tuhan (adventus Domini) yang kedua pada akhir zaman. Dalam masa penantian ini, Nabi Yesaya dan Yohanes Pembaptis akan ditampilkan untuk menuntun proses permenungan kita berkenaan dengan tugas sebagai Nabi dan Raja. Pada paruh kedua, Masa Adven menekankan pada aspek persiapan untuk menyongsong misteri inkarnasi. Dalam masa persiapan ini, sosok Bunda Maria akan ditampilkan untuk menuntun proses permenungan kita berkenaan dengan tugas sebagai Imam. Kemudian, di pertemuan yang terakhir, umat akan dituntun untuk membuat komitmen dalam meneladani Yesus, Sang Nabi, Gembala dan Imam. 

Selamat memasuki masa Adven dan selamat berkegiatan di lingkungan masing-masing. 

 

Nicolaus Henry S.