News &
Updates

News Image

Share

Class Meeting sebagai Laboratorium Kehidupan Siswa
9 Juni 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris, Di penghujung kalender akademik, ketika buku-buku mulai ditutup dan lembar ujian telah diselesaikan, hadir sebuah momen yang sering kali dipandang ringan, namun sesungguhnya sarat makna: class meeting. Sekilas, kegiatan ini tampak sebagai ruang rekreasi, perlombaan, permainan, dan kebersamaan. Namun, jika ditelaah lebih dalam, class meeting merupakan sebuah praktik pendidikan yang mengandung dimensi sosial, emosional, dan bahkan epistemik. Dalam perspektif filsafat pendidikan, sudut pandang pendidikan tidak hanya berlangsung dalam ruang kelas formal, tetapi juga dalam pengalaman hidup yang membentuk karakter. Class meeting adalah contoh konkret dari pembelajaran yang tidak terstruktur secara akademik, tetapi justru efektif dalam membangun keterampilan yang sering kali luput dari kurikulum: kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola emosi.

Hari class meeting sendiri biasanya dilaksanakan setelah masa ujian semester, sebagai bentuk jeda reflektif sebelum memasuki tahap pembelajaran berikutnya. Ia menjadi semacam “ruang transisi”, di mana siswa tidak lagi dibebani oleh tuntutan akademik, tetapi tetap berada dalam ekosistem pendidikan yang bermakna. Dalam suasana yang lebih cair, siswa dapat mengekspresikan diri secara lebih bebas, sekaligus belajar mengenali potensi dan batasan mereka. Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, class meeting tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi dirancang sebagai pengalaman edukatif yang integral. Kegiatan-kegiatan yang dihadirkan, baik dalam bentuk lomba maupun permainan kelompok, mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan visi pendidikan sekolah. Siswa diajak untuk berkompetisi secara sehat, menghargai perbedaan kemampuan, serta merayakan kebersamaan sebagai komunitas belajar.

 

Dari sudut pandang reflektif, class meeting mengajarkan bahwa belajar tidak selalu identik dengan keseriusan yang kaku. Ada dimensi kegembiraan yang justru memperkaya proses belajar itu sendiri. Dalam tawa dan permainan, siswa belajar tentang kejujuran, menerima kekalahan, dan menghargai kemenangan tanpa kesombongan. Pada akhirnya, class meeting adalah pengingat bahwa pendidikan yang utuh harus mencakup seluruh aspek kemanusiaan. Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Sebab, di balik setiap permainan sederhana, tersimpan pelajaran hidup yang akan mereka bawa jauh melampaui waktu. Mari kita senantiasa menyukseskan acara class meeting di sekolah kita, karena itulah salah satu cara terbaik dalam mengukir kenangan yang indah dengan teman!

Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. (SD Santa Maria)