Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris — Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, keluarga tetap menjadi institusi paling awal dan paling mendasar dalam pembentukan manusia. Dalam perspektif filsafat sosial, keluarga bukan sekadar unit biologis, melainkan ruang normatif tempat nilai, makna, dan identitas pertama kali ditanamkan. Dari sinilah seorang anak mulai belajar tentang kasih, tanggung jawab, dan relasi dengan sesama.
Refleksi ini memperoleh momentum khusus dalam peringatan Hari Keluarga Nasional yang diperingati secara berkala setiap tahun. Hari ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat kolektif bahwa kualitas suatu bangsa berakar pada kualitas keluarganya. Di dalam keluarga, pendidikan tidak diajarkan melalui kurikulum formal, melainkan melalui teladan hidup sehari-hari—cara orang tua berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan satu sama lain.

Keluarga dapat dipahami sebagai “sekolah pertama” sebelum anak mengenal dunia pendidikan formal. Di sinilah fondasi karakter dibangun: kejujuran, disiplin, empati, dan rasa hormat. Nilai-nilai ini kemudian menjadi bekal ketika anak memasuki lingkungan sekolah. Tanpa fondasi yang kuat dari keluarga, proses pendidikan di sekolah akan kehilangan pijakan yang esensial. Pendekatan ini mencerminkan visi pendidikan holistik yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pertumbuhan pribadi yang utuh. Guru dan orang tua bersama-sama membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara intelektual, emosional, dan moral. Dalam kerangka ini, keluarga bukan sekadar latar belakang siswa, melainkan bagian integral dari proses pendidikan itu sendiri.
Lebih jauh, Hari Keluarga Nasional juga mengajak kita untuk merefleksikan kembali kualitas relasi dalam keluarga. Di tengah kesibukan dan distraksi teknologi, waktu bersama keluarga sering kali terpinggirkan. Padahal, kehadiran yang sederhana, seperti berbincang, mendengarkan, dan berbagi pengalaman, memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang sering disadari. Keluarga adalah ruang tempat manusia pertama kali belajar menjadi manusia. Di SD Santa Maria II Ursulin Sidoarjo, nilai ini terus dihidupi melalui sinergi antara sekolah dan keluarga dengan harapan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar kuat pada nilai kasih dan kebersamaan.
Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. (SD Santa Maria)