Sidoarjo, Kampus Ursulin-Sanmaris. Kegiatan Misa Natal yang dilaksanakan pada 10 Januari 2026 di Piazza Santa Angela, Kampus Santa Maria Ursulin, berlangsung dalam suasana khidmat dan sarat makna rohani. Perayaan ini menjadi puncak ungkapan syukur atas misteri kelahiran Yesus Kristus, yang dalam tradisi Gereja Katolik dipahami sebagai peristiwa inkarnasi: Allah yang hadir dalam kesederhanaan manusiawi demi membawa keselamatan dan damai bagi dunia. Pemilihan ruang terbuka Piazza Santa Angela memperkuat nuansa kebersamaan dan keterbukaan, menegaskan bahwa peristiwa Natal adalah kabar gembira yang diwartakan bagi semua.
Kegiatan misa ini dipimpin oleh Romo Aloysius Widya Yanuar Nugraha (Romo Louis) dari Paroki Santa Maria Annuntiata, Sidoarjo. Bagi Kampus Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, perayaan Misa Natal ini memiliki makna formasi yang khas. Sebagai lembaga pendidikan yang berakar pada spiritualitas Ursulin, Natal dipahami sebagai panggilan untuk menghidupi semangat Serviam—melayani dengan rendah hati dan setia. Perayaan ini meneguhkan identitas kampus sebagai komunitas yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbelarasa, peka, dan bertanggung jawab secara sosial.
Dalam homilinya, Romo Louis menekankan bahwa kelahiran Kristus adalah undangan untuk "membuka ruang hati". Umat diajak menyadari bahwa Natal sejati tidak diukur dari kemeriahan perayaan, melainkan dari kesediaan menerima kehadiran Tuhan dalam keseharian—melalui kesederhanaan, pelayanan, dan kepedulian terhadap sesama. Kristus lahir agar manusia belajar mencintai tanpa syarat, mengampuni tanpa pamrih, dan melayani tanpa mencari pujian. Natal menjadi sumber inspirasi pendidikan bahwa proses belajar-mengajar tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kepekaan nurani dan keutuhan pribadi.

Setelah rangkaian misa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan meriah yang dipersembahkan oleh para siswa, mulai dari jenjang KB-TK, SD, hingga SMP Kampus Santa Maria Ursulin. Performa gemilang para siswa disaksikan oleh orang tua serta bapak dan ibu guru yang hadir. Kemeriahan pertunjukan tersebut memberikan dimensi baru dalam memaknai Natal yang juga dapat disalurkan melalui kreativitas yang unik dan menghibur. Dilaksanakan pada awal tahun kalender, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum reflektif untuk memulai langkah baru. Seluruh komunitas kampus diajak menata kembali orientasi hidup dan karya pendidikan agar selalu berakar pada kasih Kristus yang sederhana, membebaskan, dan memberikan harapan bagi dunia.
Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil.