News &
Updates

News Image

Share

Muda Menanam untuk Masa Depan
30 Januari 2025

Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, Gerakan Sejuta Pohon diperingati di tanggal 10 Januari setiap tahunnya sebagai bentuk kesadaran global akan pentingnya pohon dan penghijauan bagi kehidupan. Untuk tahun 2025 ini, pemerintah mengangkat tema Muda Menanam untuk Masa Depan yang tentunya menyasar kaum muda untuk ikut ambil bagian dalam gerakan yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di rumah kita bersama (baca: Bumi). 

Gerakan Sejuta Pohon pertama kali diadakan untuk mengajak masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui penghijauan. Pohon memiliki peran vital dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta menyediakan habitat dan sumber makanan bagi berbagai flora dan fauna. Di Indonesia sendiri, peringatan ini sejalan dengan program penghijauan yang dicanangkan oleh pemerintah, organisasi lingkungan, dan komunitas peduli lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan rehabilitasi lahan kritis.

Untuk mendukung peringatan Hari Sejuta Pohon, setiap individu dapat melakukan berbagai aksi nyata seperti misalnya menanam pohon di lingkungan sekitar, seperti halaman rumah, sekolah, atau tempat kerja, mengikuti kegiatan penanaman pohon yang diselenggarakan oleh komunitas atau organisasi lingkungan, mengurangi penggunaan kertas dan kayu untuk menghemat sumber daya hutan, mendukung program konservasi hutan dan reboisasi, serta mengedukasi orang lain tentang pentingnya menjaga pohon dan lingkungan. 

Kegiatan menanam pohon tentunya bukan sekadar aksi simbolis, tetapi memiliki manfaat besar. Di antaranya manfaatnya yaitu: (1) Mengurangi Polusi Udara – Pohon akan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas, (2) Mencegah Erosi dan Banjir – Akar pohon membantu menahan tanah agar tidak mudah terkikis oleh air hujan, (3) Menjaga Keseimbangan Iklim – Hutan berperan sebagai penyerap karbon dan menjaga kestabilan suhu bumi, (4) Menjadi Habitat Satwa – Hutan sebagai rumah bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan, dan (5) Meningkatkan Kesehatan Mental – Lingkungan yang hijau dan asri dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental manusia.

Dalam ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa Ketergantungan mahluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. ... Makhluk-makhluk itu ada hanya dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal balik. Kita manusia tidak mungkin hidup tanpa tumbuhan, begitu pun tumbuhan juga memerlukan bantuan manusia (dan hewan) dalam beberapa hal. Ketergantungan yang terjadi ini saling melengkapi dan dilengkapi satu sama lain baik di masa kini maupun di masa depan. Hal tersebut menjelaskan juga bahwa diperlukan suatu kerjasama, suatu gerakan bersama untuk melakukan sesuatu terhadap bumi kita bersama. 

Momentum Hari Gerakan Sejuta Pohon sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan manfaat pohon dalam kehidupan kita. Dengan menanam dan merawat pohon, kita turut menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Menanam pohon adalah investasi jangka panjang bagi bumi. Mari kita bersama-sama menjadikan dunia lebih hijau dan lestari! 

 

Penulis : Maria Elizabeth Ofin, S.Pd. 

Editor : Nicolaus Henry S.