News &
Updates

News Image

Share

World Autism Awareness Day
7 April 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris – Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati World Autism Awareness Day. Ini merupakan saat ketika masyarakat global memiliki satu misi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang autisme sebagai bagian dari keberagaman kondisi manusia. Peringatan ini ditetapkan oleh United Nations sebagai bentuk komitmen internasional untuk mendorong penerimaan, penghormatan, serta inklusi bagi individu dengan autisme di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

Autisme, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Autism Spectrum Disorder, merupakan kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi sosial, serta memahami dunia di sekitarnya. Spektrum autisme sangat luas, sehingga setiap individu memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang penuh empati, kesabaran, dan pemahaman menjadi kunci dalam mendampingi mereka.

 

Makna utama dari World Autism Awareness Day bukan sekadar meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat. Autisme bukanlah sesuatu yang harus “diperbaiki”, melainkan kondisi yang perlu dipahami dan diterima. Setiap individu dengan autisme memiliki potensi, bakat, dan keunikan yang dapat berkembang apabila diberikan lingkungan yang mendukung. Dengan demikian, peringatan ini mengajak kita untuk bergerak dari sekadar kesadaran menuju penerimaan yang inklusif. Nilai ini sejalan dengan semangat pendidikan Ursulin yang menempatkan cinta kasih dan pelayanan sebagai inti dari pembentukan karakter.

Dengan memahami autisme, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Hal ini penting dalam membentuk generasi yang mampu hidup dalam masyarakat yang beragam dan kompleks. Pada akhirnya, World Autism Awareness Day mengajarkan bahwa keberagaman adalah bagian dari kemanusiaan itu sendiri. Di SD Santa Maria 2 Ursulin Sidoarjo, nilai ini dapat terus dihidupi melalui sikap saling menghargai, empati, dan keterbukaan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang di mana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensinya.

 

Penulis: Duncan Matthew Daunan, S.Fil. - SD Santa Maria Sidoarjo